Berapa Kisaran Biaya dan Lama Proses Daftar Merek di DJKI?

Biaya pendaftaran merek di DJKI berupa tarif PNBP yang dihitung per kelas barang atau jasa. Ada dua skema: tarif khusus UMKM yang lebih rendah (dengan syarat melampirkan dokumen pendukung), dan tarif umum untuk pemohon di luar kategori itu.

Soal waktu, siapkan kesabaran: dari pengajuan sampai sertifikat terbit umumnya sekitar dua tahun, kalau tidak ada hambatan seperti keberatan pihak lain atau penolakan.

Tapi ada kabar baik yang sering luput: perlindungan Anda tidak menunggu sampai sertifikat keluar. Tanggal penerimaan permohonan sudah menjadi acuan penting dalam sistem first to file. Jadi semakin cepat mendaftar, semakin kuat posisi Anda — meski sertifikatnya baru terbit dua tahun kemudian.

Cara Melindungi Brand

Struktur Biaya Pendaftaran Merek

Biaya pendaftaran merek sering disalahpahami karena orang mengira ada satu angka tetap. Kenyataannya lebih berlapis.

Dihitung Per Kelas, Bukan Per Merek

Ini konsep dasar yang wajib Anda pahami sebelum menghitung anggaran.

Merek didaftarkan berdasarkan kelas barang atau jasa. Sistem klasifikasi internasional membagi seluruh barang dan jasa ke dalam sejumlah kelas — barang di kelas-kelas tertentu, jasa di kelas lainnya.

Biaya PNBP dihitung per kelas. Jadi kalau Anda mendaftarkan satu nama merek untuk dua kelas berbeda, Anda membayar dua kali lipat biaya per kelasnya.

Contohnya, sebuah brand kopi yang menjual produk kopi kemasan (satu kelas) sekaligus mengoperasikan kedai (kelas jasa yang berbeda) perlu mendaftar di dua kelas. Masing-masing dihitung terpisah.

Implikasi praktisnya: pilih kelas dengan cermat. Mendaftar di banyak kelas “untuk berjaga-jaga” membengkakkan biaya. Sebaliknya, mendaftar di kelas yang kurang tepat bisa membuat perlindungan Anda tidak mencakup kegiatan riil.

Tarif UMKM vs Tarif Umum

DJKI menetapkan dua skema tarif dengan selisih yang cukup besar.

Tarif UMKM 

Tarif UMKM lebih rendah dan diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Untuk mendapatkannya, Anda perlu melampirkan dokumen pendukung yang menunjukkan status UMKM — biasanya berupa surat keterangan usaha mikro dan kecil dari instansi berwenang, atau dokumen serupa sesuai ketentuan.

Tarif umum 

Tarif umum berlaku untuk pemohon di luar kategori UMKM, termasuk perusahaan menengah dan besar.

Selisihnya signifikan, jadi kalau usaha Anda memenuhi kriteria UMKM, jangan lewatkan skema ini. Pastikan dokumen persyaratannya lengkap saat mengajukan, karena tarif ditentukan pada saat permohonan.

Satu catatan penting: besaran tarif PNBP diatur dalam peraturan pemerintah dan dapat berubah sewaktu-waktu. Angka yang beredar di internet bisa jadi sudah tidak berlaku. Selalu verifikasi tarif terbaru di sumber resmi DJKI sebelum menyiapkan anggaran.

Biaya di Luar PNBP

Kalau Anda mengurus sendiri, biaya Anda pada dasarnya hanya PNBP per kelas.

Kalau Anda memakai jasa konsultan kekayaan intelektual, ada biaya jasa terpisah di luar PNBP. Besarannya bervariasi tergantung penyedia dan cakupan layanan — sebagian hanya membantu pengajuan, sebagian mencakup pengecekan mendalam, penyusunan daftar barang/jasa yang tepat, sampai pendampingan bila muncul keberatan atau penolakan.

Untuk sebagian pemohon, biaya jasa ini sepadan. Menilai kemiripan merek dan memilih kelas yang tepat bukan hal sepele, dan kesalahan di tahap ini bisa berujung penolakan — yang berarti biaya PNBP yang sudah dibayar tidak kembali.

Biaya-Biaya Tambahan yang Mungkin Muncul

Selain biaya pendaftaran awal, ada beberapa pos yang bisa muncul tergantung situasi:

Biaya perpanjangan

Merek terdaftar berlaku sepuluh tahun dan bisa diperpanjang. Perpanjangan punya tarifnya sendiri.

Biaya perubahan data

Kalau ada perubahan nama pemilik atau alamat, pencatatannya bisa dikenakan tarif.

Biaya pencatatan pengalihan hak

Kalau merek dialihkan ke pihak lain — misalnya dari perorangan ke badan usaha, atau dijual — pencatatannya ada tarifnya.

Biaya terkait keberatan atau banding

Kalau ada pihak yang mengajukan keberatan, atau permohonan Anda ditolak dan Anda ingin menempuh upaya lanjutan, ada proses dengan konsekuensi biaya dan waktu tambahan.

Untuk perencanaan awal, fokus dulu pada biaya pendaftaran per kelas. Pos-pos lain bersifat kondisional.

Tabel Ringkasan Biaya dan Waktu

AspekKeterangan
Dasar perhitungan biayaTarif PNBP dihitung per kelas barang/jasa
Skema tarifTarif UMKM (lebih rendah) dan tarif umum
Syarat tarif UMKMMelampirkan dokumen pendukung status UMKM saat mengajukan
Biaya jasa konsultanTerpisah dari PNBP, bila menggunakan jasa
Multi-kelasBiaya dikalikan jumlah kelas yang didaftarkan
Pengecekan awal di database DJKIGratis, dapat dilakukan mandiri
Titik acuan perlindunganTanggal penerimaan permohonan
Pemeriksaan formalitasMinggu hingga bulan
Masa pengumumanPeriode tertentu untuk menampung keberatan
Pemeriksaan substantifBeberapa bulan
Total estimasi hingga sertifikatSekitar 2 tahun bila tanpa hambatan
Masa berlaku merek terdaftar10 tahun sejak tanggal penerimaan, dapat diperpanjang

Catatan: estimasi waktu bersifat gambaran umum dan bisa berbeda tergantung antrean, keberatan pihak lain, dan kelengkapan permohonan. Besaran tarif mengacu pada peraturan PNBP yang berlaku dan dapat berubah — verifikasi di sumber resmi DJKI sebelum mendaftar.

Tahapan Proses dari Awal Sampai Sertifikat

Memahami tahapan membantu Anda tahu di titik mana proses sedang berjalan dan apa yang bisa Anda lakukan di masing-masing tahap.

Tahap 1: Persiapan dan Pengecekan

Sebelum mengajukan, lakukan pengecekan ketersediaan nama di basis data merek DJKI yang bisa diakses publik secara gratis. Telusuri bukan hanya ejaan persis, tapi juga variasi yang bunyinya mirip, dan perhatikan kelas barang/jasanya.

Tahap ini di luar hitungan waktu resmi, tapi krusial. Mengajukan merek yang ternyata mirip dengan yang sudah terdaftar hanya akan berujung penolakan — dengan biaya yang tidak kembali.

Siapkan juga berkasnya: data pemohon, contoh label/logo merek, dan daftar barang atau jasa yang akan dilindungi beserta kelasnya. Untuk tarif UMKM, siapkan dokumen pendukungnya.

Tahap 2: Pengajuan Permohonan

Pengajuan dilakukan melalui sistem elektronik DJKI. Anda mengisi data, mengunggah berkas, memilih kelas, dan melakukan pembayaran PNBP.

Begitu permohonan diterima lengkap dengan pembayarannya, merek Anda memperoleh tanggal penerimaan. Catat tanggal ini — inilah acuan penting yang menentukan posisi Anda dalam sistem first to file.

Tahap 3: Pemeriksaan Formalitas

DJKI memeriksa kelengkapan administratif permohonan. Kalau ada kekurangan, Anda diberi kesempatan untuk melengkapi dalam batas waktu tertentu.

Pastikan Anda memantau perkembangan permohonan dan merespons setiap permintaan kelengkapan tepat waktu. Kelalaian merespons bisa berakibat permohonan dianggap ditarik kembali.

Tahap 4: Masa Pengumuman

Merek yang lolos pemeriksaan formalitas diumumkan dalam periode tertentu. Tujuannya memberi kesempatan pihak lain yang merasa keberatan untuk menyampaikan sanggahan.

Kalau ada yang mengajukan keberatan — misalnya pemilik merek lain yang merasa merek Anda mirip dengan miliknya — ada proses tersendiri untuk menanggapi dan menyelesaikannya. Ini salah satu titik yang bisa memperpanjang durasi.

Kalau tidak ada keberatan, proses berlanjut ke tahap berikutnya.

Tahap 5: Pemeriksaan Substantif

Di sini pemeriksa DJKI menilai apakah merek Anda memenuhi syarat untuk didaftarkan. Yang dinilai antara lain: apakah merek memiliki daya pembeda, tidak sama pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek yang sudah terdaftar, tidak bersifat umum atau menyesatkan, dan tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.

Tahap ini butuh beberapa bulan dan merupakan bagian terbesar dari total durasi. Hasilnya bisa berupa persetujuan untuk didaftarkan, atau penolakan disertai alasannya.

Tahap 6: Keputusan dan Penerbitan Sertifikat

Kalau merek Anda disetujui, merek didaftarkan dan sertifikat diterbitkan. Sejak titik ini, Anda punya perlindungan penuh atas merek tersebut untuk kelas yang didaftarkan.

Kalau ditolak, ada mekanisme yang bisa ditempuh untuk merespons keputusan tersebut dalam batas waktu yang ditentukan.

Kenapa Prosesnya Selama Itu?

Dua tahun terdengar lama, dan memang membuat banyak pemohon tidak sabar. Tapi durasi ini punya alasannya.

Masa pengumuman butuh waktu

Memberi kesempatan pihak lain menyampaikan keberatan adalah bagian dari keadilan sistem. Tanpa jendela ini, merek yang bermasalah bisa lolos begitu saja dan menimbulkan sengketa di kemudian hari.

Pemeriksaan substantif butuh kecermatan

Pemeriksa harus membandingkan merek Anda dengan basis data yang sangat besar untuk memastikan tidak ada kemiripan yang menyesatkan. Ini pekerjaan teliti yang tidak bisa diburu-buru.

Volume permohonan tinggi

Jumlah permohonan merek yang masuk setiap tahun sangat banyak, sehingga ada antrean yang harus dilalui.

Yang penting dipahami: lamanya proses bukan alasan untuk menunda. Justru sebaliknya — karena prosesnya lama, semakin cepat Anda mulai semakin baik.

Perlindungan Tidak Menunggu Sertifikat

Ini poin yang sering disalahpahami dan layak ditegaskan.

Banyak orang mengira mereka baru terlindungi setelah sertifikat di tangan, dua tahun kemudian. Anggapan ini membuat sebagian menunda pendaftaran dengan pikiran “toh baru berguna dua tahun lagi”.

Kenyataannya, tanggal penerimaan permohonan sudah punya bobot hukum. Dalam sistem first to file, yang menentukan hak bukan siapa yang lebih dulu memakai, melainkan siapa yang lebih dulu mengajukan. Tanggal penerimaan Anda adalah penanda posisi itu.

Artinya, kalau ada dua pihak mengajukan merek serupa, yang tanggal penerimaannya lebih awal berada di posisi lebih kuat — meski kedua-duanya sama-sama belum pegang sertifikat.

Konsekuensi praktisnya jelas: mendaftar hari ini jauh lebih baik daripada menunda sebulan. Setiap hari penundaan adalah hari di mana orang lain bisa mendahului Anda mengajukan nama yang sama.

Yang Bisa Bikin Proses Lebih Lama atau Gagal

Estimasi dua tahun mengasumsikan jalan mulus. Beberapa hal bisa memperpanjang atau bahkan menggagalkan:

Keberatan dari pihak lain

Kalau ada yang menyanggah selama masa pengumuman, prosesnya bertambah panjang karena harus melewati tahap penyelesaian.

Penolakan pada pemeriksaan substantif

Kalau pemeriksa menilai merek Anda mirip dengan yang sudah terdaftar atau bermasalah secara ketentuan, permohonan bisa ditolak. Merespons penolakan menambah waktu dan belum tentu berhasil.

Merek yang lemah daya pembedanya

Nama yang terlalu umum atau deskriptif — misalnya sekadar menyebut jenis produknya — sulit didaftarkan. Merek yang kuat justru yang khas dan tidak menggambarkan produk secara langsung.

Kesalahan pemilihan kelas

Kalau kelas yang Anda pilih tidak sesuai barang/jasa riil, perlindungan bisa meleset dari yang Anda butuhkan.

Berkas tidak lengkap atau lambat merespons

Kelalaian melengkapi kekurangan dalam batas waktu bisa berakibat permohonan gugur.

Sebagian besar hambatan ini bisa diminimalkan dengan persiapan yang matang di awal — terutama pengecekan menyeluruh dan pemilihan kelas yang tepat. Di sinilah nilai bantuan profesional sering terasa.

FAQ Seputar Biaya dan Waktu Daftar Merek

1. Apakah biaya yang sudah dibayar kembali kalau merek saya ditolak?

Umumnya tidak. PNBP yang sudah dibayarkan pada saat pengajuan tidak dikembalikan meski permohonan akhirnya ditolak. Inilah alasan kenapa pengecekan menyeluruh sebelum mengajukan sangat penting — mengajukan merek yang berisiko tinggi ditolak berarti mempertaruhkan biaya yang tidak bisa ditarik kembali.

2. Bisakah saya mempercepat proses pendaftaran?

Durasi proses sebagian besar mengikuti alur baku yang ditetapkan, termasuk masa pengumuman dan pemeriksaan substantif yang punya tahapannya sendiri. Yang bisa Anda kendalikan adalah kecepatan Anda merespons — mengajukan sedini mungkin, melengkapi berkas dengan benar sejak awal, dan menanggapi setiap permintaan DJKI tepat waktu. Ini tidak memangkas durasi resmi, tapi mencegah penundaan yang tidak perlu.

3. Kalau saya mendaftar untuk banyak kelas, apakah semuanya diproses bersamaan?

Pendaftaran multi-kelas dalam satu permohonan umumnya diproses dalam satu alur, tapi masing-masing kelas tetap dinilai berdasarkan kondisinya sendiri di pemeriksaan substantif. Bisa saja satu kelas disetujui sementara kelas lain menghadapi kendala. Karena biaya dihitung per kelas, pilih kelas yang benar-benar relevan agar anggaran Anda efisien.

4. Apakah tarif UMKM berlaku otomatis kalau usaha saya kecil?

Tidak otomatis. Anda harus mengajukan diri untuk skema UMKM dan melampirkan dokumen pendukung yang membuktikan status usaha mikro dan kecil pada saat permohonan. Kalau dokumen tidak dilampirkan, Anda akan dikenakan tarif umum. Jadi pastikan kelengkapannya sebelum mengajukan.

5. Setelah sertifikat terbit, apakah ada biaya rutin yang harus dibayar?

Tidak ada iuran tahunan seperti pada beberapa jenis kekayaan intelektual lain. Merek terdaftar berlaku sepuluh tahun. Biaya baru muncul lagi saat perpanjangan menjelang masa berlaku habis. Jangan lewatkan perpanjangan ini — merek yang tidak diperpanjang bisa terhapus dari daftar dan namanya berpotensi diambil pihak lain.

Simpulan

Biaya pendaftaran merek di DJKI dihitung per kelas, dengan skema tarif UMKM yang lebih ringan bagi yang memenuhi syarat. Kalau mengurus sendiri, biaya utamanya hanya PNBP; kalau memakai jasa, ada biaya layanan terpisah yang untuk sebagian orang sepadan dengan risiko yang dihindari.

Soal waktu, bersiaplah menunggu sekitar dua tahun sampai sertifikat terbit. Tapi jangan jadikan itu alasan menunda — karena tanggal penerimaan permohonan sudah menentukan posisi Anda dalam sistem first to file, mendaftar lebih awal selalu menguntungkan.

Dua hal yang paling menentukan lancarnya proses: pengecekan yang menyeluruh sebelum mengajukan, dan pemilihan kelas yang tepat sasaran. Keduanya di depan, dan keduanya menghemat Anda dari biaya serta waktu yang terbuang kalau permohonan sampai ditolak.

Ingin Daftar Merek Tanpa Risiko Ditolak?

Biaya PNBP yang sudah dibayar tidak kembali kalau merek Anda ditolak — dan penolakan sering berakar dari pengecekan yang kurang teliti atau kelas yang salah pilih. Legalitas Jago Marketing siap membantu Anda mendaftarkan merek dengan persiapan yang benar sejak awal, mulai dari pengecekan ketersediaan nama, penentuan kelas yang tepat, sampai pendampingan proses di DJKI. Kami juga menangani pendirian badan usaha berbentuk PT, PT Perorangan, maupun CV, lengkap dengan pengurusan perizinan seperti NIB, serta kelengkapan legalitas bisnis online termasuk NIB seller marketplace dan pendaftaran PSE. Konsultasikan kebutuhan Anda lewat WhatsApp 081390888231 atau kunjungi https://legalitas.jagomarketing.id/.

Sumber

  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis
  2. Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 67 Tahun 2016 tentang Pendaftaran Merek
  3. Peraturan Pemerintah tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Hukum dan HAM (beserta perubahannya)
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
  5. Klasifikasi Nice (Nice Classification) untuk klasifikasi barang dan jasa merek
  6. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum — dgip.go.id
  7. Pangkalan Data Kekayaan Intelektual DJKI — pdki-indonesia.dgip.go.id

Baca Juga: link Apa Risiko Pakai Nama Brand yang Sudah Terdaftar? 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *